DAMPAK REVOLUSI INDUSTRI 4.0 TERHADAP INDUSTRI PARIWISATA

Setiap negara diseluruh dunia tidak terlepas dari yang namanya industri. Industri adalah sutu bidang yang menggunakan keterampilan dan ketekunan kerja dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi, dan distribusinya sebagai dasar. Oleh sebab itu, industri dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan ekonomi yang berhubungan dengan bumi, bisa saja berupa pertanian, perkebunan, dan pertambangan atau alam sekitarnya. Kebanyakan orang mengasumsikan bahwa industri hanyalah kegiatan ekonomi manusia yang mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau juga barang jadi. Namun nyatanya pengertianindustri sangatlah luas. Proses industri ini meliputi semua kegiatan manusia dalam suatu bidang yang sifatnya produktif dan komersial. Dalam arti luas, industri adalah suatu bidang yang bersifat komersial dan menggunakan keterampilan kerja serta teknologi untuk menghasilkan suatu produk dalam bentuk jasa seperti perbankan, asuransi, transportasi jasa pengiriman barang dan lain sebagainya. Bidang industri biasanya dibedakan menjadi dua, yaitu bisang industri barang dan industri jasa.

            Industri barang adalah suatu usaha yang mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau bahkan barang jadi. Kegiatan diindustri ini menghasilkan berbagai jenis barang, seperti pakaian, sepatu, mobil, sepeda motor, pupuk, dan obat-obatan. Sedangkan industri jasa merupakan kegiatan ekonomi yang dengan cara memberikan pelayanan jasa. Contoh dari industri ini adalah kesehatan, penjahit, pengacara, salon, travel agent, dan lain sebagainya.

            Industri yang paling disorot di era ini dan bisa dibilang cukup diminati adalah industri di bidang  pariwisata. Apalagi di Indonesia, diketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu tujuan wisata yang banyak diminati. Alamnya yang indah serta berbagai budaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para tourist. Industri pariwisata dapat diartikan sebagai sehimpunan bidang usaha yang menghasilkan berbagai jasa dan barang yang dibutuhkan oleh mereka yang melkukan perjalanan wisata. Setiap produk, baik nyata maupun maya yang disajikan dan memenuhi kebutuhan manusia bisa disebut produk industri. Industri pariwisata meliputi akomodasi untuk pengunjung, kegiatan layanan makanan dan minuman, angkutan penumpang, agen perjalanan wisata, dan kegiatan reservasi lainnya, kegiatan budaya, kegiatan olahraga, dan hiburan.

            Ruang lingkup industri pariwisata menyangkut berbagai sektor ekonomi. Aspek-aspek yang tercakup dalam industri pariwisata antara lain adalah restoran, penginapan, pelayanan perjalanan, transportasi, pengembangan daerah tujuan wisata, fasilitas rekreasi, dan atraksi wisata. Semua aspek ini dapat diketahui di berbagai tujuan wisata dengan mudah. Yaitu dengan menggunakan internet.

Di era sekarang, tepatnya jaman milenial, semua hal yang menyangkut tentan g pariwisata dapat dengan mudah diperoleh informasinya. Kebanyakan orang yang ada di era milenial ini tidak ingin sulit, jadi semua dipermudah dengan search and research menggunakan internet. Hanya dengan sekali genggaman smartphones, semua informasi tekain pariwisata atau hal lainnya mudah didapatkan. Industri sudah berevolusi, dari yang dulunya sangat sulit, kini jauh lebih praktis dan mudah.

            Revolusi industri adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memprouksi barang. Perubahan besar ini sudah terjadi tiga kali, dan sekarang memasuki yang keempat. Setiap perubahan akan diikuti juga perubahan dalam bidang ekonomi, politik, militer, dan budaya.  Akan ada jutaan pekerjaan lama yang menghilang dan juga dibarengi dengan jutaan pekerjaan baru yang muncul. Beberapa hal yang semula begitu sulit, begitu lama, begitu mahal mendadak menjadi mudah, cepat, praktis dan murah. Revolusi industri menurunkan beberapa kelangkaan, sehingga waktu, tenaga, dan uang jadi bias digunakan untuk hal-hal lainnya. Hilangnya atau berkurangnya sebuah kelangkaan otomatis mengubah banyak aspek dalam hidup masyarakat.

            Kemajuan yang paling terasa di era industry 4.0 ini adalah internet. Semua computer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Computer juga menjadi semakin kecil bahkan menjadi segenggaman tangan saja yaitu smartphones. Implementasi industry 4.0 mampu meningkatkan produktivitas, penyerapan tenaga kerja, dan perluasan pasar bagi industry nasional maupun internasional. Revolusi 4.0 merupakan upaya transformasi menuju perbaikan dengan mengintegrasikan dunia online dimana semua proses produksi berjalan dengan internet sebagai penopang utama.

            Revolusi 4.0 di bidang pariwisata sudah diprogramkan oleh Kementrian Pariwisata yaitu dengan Go-Digital. Perubahan perilaku konsumen yang kini semakin go digital, semakin mobile, dan semakin personal harus diikuti dengan perubahan perilaku pasar. Wisatawan  berubah perilaku menjadi 70% search and share melalui digital. Industry travel agent sudah tidak bias lagi hanya dengan mengandalkan walk in service untuk reservasi tiket dan emmilih paket wisata, semua sudah menggunakan digital. Denagn cara inilah travel agen bisa menguasai komunitas anak muda yang notabennya kaum milenial travel addict. Hal ini disampaikan dalam  Press Conference Rakornas Pariwisata tahun 2019.

            Kemenparpun sedang mempersiapkan transformasi menuju tourism 4.0 dalam sebuah grand strategy yang kuncinya terletak pada pembenahan sumber daya manusia. Grand Strategy yang dimaksud yakni :Strategic Thene : Wonderful Indonesia Digital Tourism 4.0 ; Strategic Imperatives for Transforming Tourism HR to Win Global Competition in Industry 4.0 ; 5 Technology Enabler; 9 Keys Initiatives for Descipline Executions ; dan Pantahelix Collaboration Approach.

Dampak dari industry 4.0 di bidang pariwisata akan sangat dirasakan. Salah satu dampak yang dirasakan adalah munculnya online travel agen. OTA ini adalah agen perjalanan yang bisa dipesan melalui online atau internet. Semua hal dipermudah dengan industry 4.0 Era industri 4.0 akan mengubah serta mendisrupsi industri pariwisata secara mendasar. Hal ini didorong dengan terwujudnya ”cost value” atau dikenal dengan “more orless, experience value (personalized) dan plarform value  (resource sharing) yang dapat dinikmati para wisatawan. Terwujudnya seamless dan personalized experience didorong dengan adanya peran teknologi 4.0. Teknologi ini diantaranya big data analytics, artificial intelligence, internet of things, robotics, augmented reality, cloud computing, dan blockchain. Contoh paling konkret adalah robotic airport guide/helper yang membantu wisatawan mempercepat proses check-in dan boarding di bandara. Tidak hanya itu, Menpar juga memanfaatkan teknologi augmented reality(AR). Teknologi ini memungkinkan munculnya pelayanan e-concierge, mobile payment, atau asisten pribadi. Sementara itu, teknologi virtual reality memungkinkan penyedia jasa pariwisata mengurangi jumlah brosur. Sehingga dampak yang diberikan oleh industry 4.0 terbilang dampak positif.

Dampk lainnya dari revolusi industry 4.0 terhadap industry pariwisata adalah model layanan dan bisnis yang kini lebih banyak online seperti online travel agent yang sangat banyak diminati pada traveler. Contoh OTA tersebut adalah Traveloka, Tiket.com.

Kemudian  keandalan para constumer service yang menerima pesanan dari OTA harus handal sehingga mengharuskan pekerja memiliki skill yang lebih dan membutuhkan banya pekerja, jadi tersedianya lapangan pekerjaan baru sesuai perkembangan jaman.

Pendidikan dan skill pekerja harus sesuai dengan kebutuhan sehingga sesuai dengan perkembangan industry 4.0

Kesimpulannya adalah, industry 4.0 membawa dampak postif dalam bidang industry pariwisata. Hal yang awalnya sulit menjadi dipermudah, tersedianya lapangan pekerjaan yang garu.dan banyak hal positif lainya yang akan muncul dampak dari revolusi industry 4.0 ini.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started