Usaha Bed Cover teknik Batik Lukis

Seiring perkembangan jaman, semua orang dituntut untuk bekerja sekeras mungkin. Satu pekerjan kadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan primer sekaligus sekunder. Maka dari itu, banyak anak muda yang memulai bisnis sejak dini, untuk menghasilkan uang lebih dari sekedar satu pekerjaan. Begitu juga dengan saya, saya ingin menghasilkan uang yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan saya serta keluarga. Disini, bisnis yang ingin saya jalankan adalah bisnis keluarga saya yaitu Bed cover dengan teknik   batik lukis. \

            Tempat tinggal saya yang berada di Ubud, Bali, menjadikan usaha yang ingin saya jalani lebih mudah karena seperti diketahui bersama bahwa ubud merupakan tempat keseian Bali yang banyak dikunjungi oleh tourist.

            Keindahan bed cover Bali, sudah lama memikat hati wisatawanyang sedang berkunjung ke Pulau Bali. Tingginya peminat bed cover dengan corak gambar khas Bali, membuat saya ingin meneruskan usaha keluarga saya. Bisnis bed cover yang sudah lebih dari 25 tahun ini masih bertahan dan sangat inhin saya kembangkan. Bentuk dan corak wana batik yang saya akan produksi harus bagus seperti sebelumnya. Apalagi orang tua sangat mendukung apabila saya meneruskan bisnis ini.

            Untuk sekarang ini, usaha keluarga saya hanya memproduksi batik lukis yang dilukis dengan tangan-tangan para karyawan yang memiliki kelebihan dalam melukis. Rencananya saya akan mengembangkan teknik print atau sblon kedepannya.

Untuk membuat satu set bed cover membutuhkan waktu yang cukup lama tergantung cuaca. Berikut ini adalah urutan kasar dari produksi bed cover usaha keluarga saya.

Yang pertama adalah pemilihan bahan. Bahan yang biasa digunakan disini adalah katun putih. Kain ini kemudian disketch dengan pencil halus yang tipis untuk membuat motif batik yang diinginkan.

Kemudian yang kedua dilanjutkan dengan proses pencantingan. Teknik batik tulis dilakukan dengan menorehkan cairan malam/ lilin melalui media canting tulis.  Proses pembuatan batik tulis malam/ lilin hamper serupa dengan proses pembuatan batik cap.  Cairan malam / lilin harus tetap terjaga pada kondisi suhu 70 derajat celcius.  Dengan menggunakan canting tulis cairan malam diambil dari nyamplung.  Cucuk canting harus berlubang, sehingga perlu ditiup agar membran cairan terbuka.  Setelah itu cairan malam baru dioleskan sesuai motif yang telah digambar dengan pensil tadi.

            Yang ketiga adalah proses pewarnaan. Warna yang digunakan adalah warna remasol. Berupa bubuk yang harus dicampur dengan air sesuai kebutuhan warna. Kuas yang digunakan terbuat dari dakron yang digulung pada sebuah bamboo kemudian dicelupkan di warna dan dioleskan pada gambar yang sudah ditentukan warnanya terbelbih dahulu.

            Yang ketiga adalah proses pencelupan pada bahan kimia yang disebut dengan waterglass. Waterglass ini adalah bahan kimia yang fungsinya untuk mengikat warna pada kain agar warna tidak luntur apabila kain dicuci. Dalam pencelupan di waterglass, karyawan harus menggunakan sarung tangan agar tidak terjadi iritasi pada tangan.

            Yang keempat adalah proses pencelupan pada air panas, hal ini bertujuan untuk melepas lilin mlam yang tadi dilukiskan. Malam akan mencair dan meninggalkan bekas garis putih pada kain. Ini yang mempertegas motif kain batik. Setelah itu kain dijemur hingga kering dan siap masuk proses penjahitan.

            Karyawan jahit akan menjahit kain sesuai ukuran kain dan bed. Ada ukuran single, double, king, queen. Dan untuk teknikjaritnya ada yang biasa dan ada pula yang full jaritan membentuk motif.

Setelah semua terjarit, maka batik set bed cover siap dipacking dan dijual.

            Untuk harga batik ini terbilang cukup mahal karena masih menggunakan tangan dari awal pembuatan hingga akhir. Maka dari itu, saya ingin membuat strategi baru untuk memperingan biaya produksi yaitu dengan menggunaka kain print dan cetak. Print disini maksudnya adalah menggambar motif sampai pewarnaan menggunakan computer, sehingga mengefesiensi waktu produksi. Kemudian untuk batik cetak disini amksudnya adalah malam yang awalnya digambar dengan tangan, sekarang dicetak dengan menggunakan alat sehingga mmpersingkat waktu dalam proses pencantingan dan mengurangi resiko kecelakaan dalam bekerja.
            Lanjut proses pemasarannya adalah dengan sosia media. Seperti yang kita ketahui bersama, kita memasuki industry 4.0 yang dimana semua serba online. Jadi saya ingin melakukan pemasaran dengan online, social media, sehingga walaupun tourist sedang berada di negaranya masing-masing, meeka tetap bisa memesan bed cover dengan via online. Bukan hanya bed cover yang akan saya produksi, melainkan kain pantai, tas batik lukis, bahkan baju, celana, dan benda fashion lainnya juga untuk menarik minat para wisatawan dan pencinta batik lukis Bali.

            Itulah rencana usaha yang ingin saya jalankan. Apabila semua dijalnkan dengan sungguh-sungguh, maka hal ini bisa saja terwujud.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started